bangaimana pendapat mu tentang bantuan2 yg diberikan IMF kepada indonesia?
IPS
namanyasiapayaa
Pertanyaan
bangaimana pendapat mu tentang bantuan2 yg diberikan IMF kepada indonesia?
2 Jawaban
-
1. Jawaban adiraja
Bantuan yang diberikan IMF sangat membantu sekali terhadap pembangunan bangsa dan negara. Namun yang perlu disikapi adalah pengelolaan dan juga pengawasan terhadap penggunaan dana tersebut. Perlu di kaji ulang tentang kemampuan bayar dari Indonesia terhadap IMF. Jika hanya bertumpu pada tujuan pembangunan, tanpa adanya pengawasan dan kemampuan bayar yang mumpuni, maka Indonesia akan terus bergantung kepada bantuan dana dari IMF secara terus menerus.
Perlu adanya pengelolaan dan pengawasan yang terpadu terhadap dana IMF.
itu pendapat saya.
Semoga bermanfaat -
2. Jawaban ilhamplong
Pertama, penerapan rezim kurs mengambang bebas. Pengalaman Indonesia menunjukkan bahwa penguatan kurs selama era penerapan rezim kurs mengambang bebas yang terjadi selama era 1997-sekarang adalah karena faktor-faktor politik yang tak bisa diprediksi dan non manageable. Sangat riskan mewujudkan pemulihan ekonomi kalau faktor penting seperti kurs rupiah yang stabil dan kuat terwujud oleh faktor-faktor yang non manageable dan unpredictable tersebut. Ini akan menyulitkan para pembuat kebijakan dalam memprediksi dampak kebijakan-kebijakan fiskal dan moneternya terhadap kurs rupiah dan selanjutnya pada variabel-variabel ekonomi lainnya seperti inflasi, pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran, ekspor-import dan lain-lain.
Kedua, kebijakan moneter ketat, kebijakan ini telah banyak dikritik pedas para pengamat dan pelaku bisnis. Yang jelas kebijakan ini telah mematikan sektor riil karena sulitnya tersedia dana investasi dengan suku bunga rendah yang berdampak lanjut meningkatkan jumlah pengangguran. Disamping kebijakan tersebut juga membebani APBN.
Ketiga, kebijakan penerapan fiskal ketat dan liberalisasi perdagangan dan sistem finansial yang termanifestasikan dalam kebijakan-kebijakan seperti pencabutan subsidi, penggenjotan pajak, privatisasi dan penjualan aset-aset perusahaan domestik secara murah dan jor - joran.